Wasiat
Ibnu Abbas yang ia tujukan kepada para pelaku dosa, ia berkata:
Wahai para
pelaku dosa, jangan engkau merasa aman dari hukuman dan adzab atas dosamu itu.
Ketahuilah di balik sebuah dosa yang engkau kerjakan ada sesuatu yang lebih
besar dan ngeri dibandingkan dosa itu sendiri.
Sungguh
tidak adanya rasa malu kepada malaikat pencatat di sebelah kanan maupun kirimu
ketika engkau bergelimang dengan dosa adalah sebuah dosa juga.
Tertawamu
saat engkau bergelimang dengan dosa sementara engkau tidak tahu apa yang akan
allah timpakan kepadamu adalah dosa yang lebih besar.
Kegembiraanmu
atas dosa yang engkau kerjakan adalah sebuah dosa yang lebih besar.
Kesedihanmu
atas dosa yang tidak engkau kerjakan adalah sebuah dosa yang lebih besar.
Ketakutanmu
kepada angin yang akan menyingkap dan menyibak tabir penutup dosa yang engkau
kerjakan namun engkau tetap saja bergelimang dengan dosa tersebut padahal
hatimu tidak lepas dari pengetahuan dan pengelihatan allah adalah dosa yang
lebih besar.
Wahai orang
–orang yang bergelimang dengan dosa, tidaklah engkau tahu bahwa dosa nabi Ayyub
sebagai ujian baginya dari allah menimpa badan dan hartanya?
Dosa itu
hanya karena ia enggan menolong orang miskin yang perlindungan dan pembelaan
dari sebuah kezhaliman.
(shuwar min hayati
ash-shahabah)