Segala
puji bagi Allah Rabbul 'Alamin, segala kebaikan teruntuk para muttaqin,
shalawat dan salam tercurah bagi hamba-Nya, Rasul-Nya dan makhluk pilihan serta
kepercayaan untuk menerima wahyu-Nya, yaitu Muhammad bin Abdullah bin Abdul
Muthalib Al-Makki Al-Madani. Demikian juga shalawat dan salam tercurah bagi
para kerabat dan sahabat serta siapa saja yang meniti jejak di atas jalannya
dan mengikuti petunjuknya hingga akhir zaman. Amma ba'du :
Allah
Mengutus Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam Sebagai Pembawa Hidayah dan
Dienul Haq serta Penyempurna Akhlak.
Sesungguhnya Allah
mengutus Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam dengan Al-Huda dan Dienul Haq. Al-Huda adalah khabar yang
benar dan ilmu yang bermanfaat. Dienul
Haq adalah syari'at dan hukum yang dibawa oleh Muhammad Shallallahu
'alaihi wa sallam. Allah berfirman :
هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ
رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ
وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ
"Artinya :Dia-lah yang mengutus
Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya
di atas segala agama agama meskipun orang-orang musyrik benci".
(Ash-Shaff : 9).
Allah
mengutus Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam untuk jin dan manusia, untuk
orang Arab dan non Arab, untuk laki-laki dan perempuan. Allah mengutusnya kepada
seluruh penduduk dunia sebagai rahmatan
(karunia) dan imaman
(pemimpin) bagi orang-orang yang bertaqwa. Diutusnya Muhammad Shallallahu
'alaihi wa sallam untuk mengajarkan dan memahamkan manusia tentang agama-Nya,
menjelaskan penyebab keselamatan dan kebinasaan hidup di dunia dan di akhirat,
Allah mengutusnya dengan Dienul Islam.
Allah
berfirman :
إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ
اللَّهِ الإسْلامُ
"Artinya : Sesungguhnya agama (yang
diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam". (Ali
Imran : 19).
Allah
mengutus Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam dengan membawa hidayah dan
Dienul Haq, yaitu dengan membawa kabar yang benar, ilmu yang bermanfaat,
syari'at yang lurus serta hukum-hukum yang adil. Allah mengutusnya untuk
menyeru kepada seluruh kebaikan dan mencegah kejahatan. Allah mengutusnya untuk
menyeru kepada akhlak yang mulia dan pebuatan yang baik serta mencegah
rendahnya akhlak dan buruknya amal perbuatan.
Allah
berfirman :
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلا
كَافَّةً لِلنَّاسِ بَشِيرًا وَنَذِيرًا
"Artinya : Dan kami tidak mengutus kamu,
melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan
sebagai pemberi peringatan". (Saba ' : 28).
Allah
berfirman :
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلا
رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ
"Artinya : Dan tiadalah Kami mengutus
kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam". (Al-Anbiya'
: 107).
Allah
berfirman :
قُلْ يَا أَيُّهَا
النَّاسُ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ جَمِيعًا الَّذِي لَهُ مُلْكُ
السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ لا إِلَهَ إِلا هُوَ يُحْيِي وَيُمِيتُ فَآمِنُوا
بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ النَّبِيِّ الأمِّيِّ الَّذِي يُؤْمِنُ بِاللَّهِ
وَكَلِمَاتِهِ وَاتَّبِعُوهُ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ
"Artinya : Katakanlah : 'Hai manusia,
sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, yaitu Allah yang mempunyai
kerajaan langit dan bumi ; tidak ada Ilah (yang berhak disembah) selain Dia,
yang menghidupkan dan yang mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan
Rasul-Nya, Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada
kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah dia, supaya kamu mendapat
petunjuk". (Al-A'raf : 158).
فَالَّذِينَ
آمَنُوا بِهِ وَعَزَّرُوهُ وَنَصَرُوهُ وَاتَّبَعُوا النُّورَ الَّذِي أُنْزِلَ
مَعَهُ أُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُون
"Artinya : Maka orang-orang yang beriman
kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang
diturunkan kepadanya (Al-Qur'an), mereka itulah orang-orang yang
beruntung". (Al-A'raf : 157).
Allah
Mengutus Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam Sebagai Pembimbing Ibadah
Kepada-Nya.
Inilah
kenyataan dien yang agung dan inilah keadaan Nabi yang mulia yang mendapat
keutamaan dari Rabbnya. Allah mengutus Nabi Muhammad sebagai rahmatan lil 'alamin untuk
jin dan manusia, untuk laki-laki dan wanita, untuk Arab dan non Arab. Bahkan
dia diutus sebagai rahmat juga bagi mahluk melata, karena Allah perintahkan
kepadanya agar berlaku baik, kasih sayang dan santun kepadanya. Allah Subhanahu
wa Ta'ala menjelaskan bahwa diciptakannya jin dan manusia adalah agar mereka
beribadah kepada-Nya.
Allah
berfirman :
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ
وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ
"Artinya : Dan Aku tidak menciptakan jin
dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku". (Adz-Dzariyat
: 56).
Maknanya
: Melainkan agar mereka beribadah dengan ikhlas untuk-Ku, mengesakan Aku,
mentaati perintah-Ku dan menjauhi larangan-Ku. Ini semua akan terwujud
dengan pelaksanaan ibadah, yaitu mentaati perintah-Nya dan menjauhi
larangan-Nya, dengan harap-harap cemas (berharap karunia-Nya dan cemas terhadap
adzab-Nya), dengan mengikhlaskan (niat) kepada-Nya, atas dasar iman kepada-Nya
dan kepada Rasul-Nya, dengan membenarkan khabar-Nya (Al-Qur'an) dan khabar
Nabi-Nya (Al-Hadits) serta memelihara batas-batas aturan-Nya.
Allah
memerintahkan hal itu dengan firman-Nya :
يَا أَيُّهَا النَّاسُ
اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ
تَتَّقُونَ
"Artinya : Hai manusia, beribadahlah
kepada Rabbmu yang telah menciptakanmu dan orang sebelum kamu, agar kamu
bertaqwa". (Al-Baqarah : 21)
Perintah
untuk ibadah ini bersifat menyeluruh, yaitu untuk laki-laki dan wanita, jin dan
manusia serta Arab dan non Arab :
Allah
berfirman :
وَاعْبُدُوا
اللَّهَ وَلا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا
"Artinya : Beribadahlah kepada Allah dan
janganlah engkau menserikatkan Allah dengan sesuatu". (An-Nisaa'
: 36).
Allah
berfirman :
وَقَضَى
رَبُّكَ أَلا تَعْبُدُوا إِلا إِيَّاهُ
"Artinya : Dan Rabbmu telah
memerintahkan supaya kamu jangan beribadah kecuali kepada-Nya ..."
(Al-Isra' : 23).
Allah
Mengutus Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam Penunjuk Jalan Lurus
Allah
berfirman :
وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي
مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ
سَبِيلِهِ ذَلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
"Artinya : Dan bahwa (yang kami
perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia ; dan janganlah
kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai
beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu
agar kamu bertaqwa". (Al-An'am : 153).
Dia
telah mengajarkan kepada umat manusia sebagaimana tertera dalam Surat
Al-Fatihah, yaitu "Al-Hamdu"
maknanya ; hendaklah mereka memohon hidayah kepada Allah agar Dia memberi
petunjuk shirathal mustaqim.
Adapun shirathal mustaqim
adalah agama-Nya, yaitu agama yang dibawa oleh Muhammad Shallallahu 'alaihi wa
sallam. Dia adalah Al-Islam, Al-Iman, hidayah, taqwa dan kebaikan.
Allah
berfirman :
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ
الْعَالَمِينَ (٢)الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ (٣)مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ (٤)إِيَّاكَ
نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ (٥)
"Artinya : Segala puji bagi Allah, Rabb
semesta alam. Maha pemurah lagi Maha Pengasih. Yang menguasai hari pembalasan.
Hanya kepada Engkaulah kami beribadah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon
pertolongan". (Al-Fatihah : 2-5).
Ini
semua adalah sanjungan bagi Allah Subhanahu wa Ta'ala dan sekaligus merupakan
pengarahan bagi hamba agar mengakui bahwa sesungguhnya Dia adalah "Al-Ma'bud (yang berhak
diibadahi)". dengan sebenar-benarnya. Dia pula tempat memohon
pertolongan dalam seluruh urusan. Kemudian Allah mengajarkan kepada mereka agar
mengucap :
اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ
"Artinya : Tunjukkanlah kami jalan yang
lurus".
Ketika
manusia memuji dan menyanjung-Nya serta mengakui bahwa dirinya adalah hamba
Allah dan bahwa Allah adalah tempat memohon pertolongan, maka Allah mengajarkan
mereka agar mengucapkan :
اهْدِنَا الصِّرَاطَ
الْمُسْتَقِيمَ (٦)صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ
عَلَيْهِمْ وَلا الضَّالِّينَ (٧)
"Artinya : Tunjukkanlah kami jalan yang
lurus, yaitu jalan orang-orang yang Engkau anugrahkan nikmat kepada mereka,
bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang
sesat". (Al-Fatihah : 6 -7).
Pengertian
Ash-Shirath Al-Mustaqim adalah
Dienullah, yaitu
Al-Islam, Al-Iman, ilmu yang bermanfaat serta amal yang shalih. Ia adalah
jalannya orang-orang yang mendapat nikmat dari kalangan ahlul ilmi dan amal,
mereka adalah para sahabat Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam dan orang-orang
yang mengikuti mereka dengan baik serta pendahulu dari kalangan Rasul beserta
pengikutnya.
Inilah
shirathal mustaqim,
jalan-jalan orang yang Allah telah karuniakan nikmat kepada mereka. Mereka
adalah orang-orang yang mengerti hakekat kebenaran dan beramal dengannya,
sebagaimana firman Allah :
وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ
وَالرَّسُولَ فَأُولَئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ
النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ وَحَسُنَ
أُولَئِكَ رَفِيقًا (٦٩)
"Artinya : Dan barangsiapa yang mentaati
Allah dan Rasul (-Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang
dianugrahi nikmat oleh Allah, yaitu : Nabi, para shidiqin, orang-orang yang
mati syahid dan orang-orang shalih. Dan mereka itulah teman yang
sebaik-baiknya". (An-Nisaa : 69).
Inilah
shirathal mustaqim, jalan
para rasul dan para pengikut mereka (semoga shalawat dan salam tercurah kepada
mereka) pada khususnya adalah jalan Nabi kita Muhammad Shallallahu 'alaihi wa
sallam dan para sahabatnya yang mulia. Berkenan dengan ini kita diperintahkan
agar mengikuti jalan yang telah ditempuh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa
sallam, berjalan diatas manhajnya
dan manhaj yang
ditempuh para sahabat Radhiyallahu anhum (semoga
Allah meridhai mereka dan meridhai ilmu dan amalnya).
Allah
berfirman :
وَالسَّابِقُونَ
الأوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالأنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ
بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ
تَجْرِي تَحْتَهَا الأنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ذَلِكَ الْفَوْزُ
الْعَظِيمُ (١٠٠)
"Artinya : Orang-orang yang terdahulu
lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Anshar
dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka
dan merekapun ridha kepada-Nya dan Allah menyediakan bagi mereka jannah-jannah
yang mengalir sungai-sungai di dalamnya ; mereka kekal di dalamnya
selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar".
(At-Tubah : 100)
Yang
dimaksud shirath adalah
dienullah,
ia merupakan wujud apa yang Allah utus bagi Rasul-Nya (risalah Nabi
Shallallahu 'alihi wa sallam) yang berupa ilmu dan amal, yaitu ilmu yang
bermanfaat dan amal yang shalih. Ia juga merupakan al-huda dan dienul haq yang dengannya Nabi Muhammad
Shallallahu 'alaihi wa sallam diutus. Ash-Shirath
adalah apa yang ada pada kitab Allah Jalla wa 'Ala. inilah shirath yang agung, ia merupakan pelaksanaan
perintah-perintah Allah dan upaya menjauhi larangan-larangan-Nya sebagaimana
tersebut dalam Al-Qur'an yang agung dan hadits-hadits Nabi Shallallahu 'alaihi
wa sallam yang terpercaya.
Oleh
karena itu, maka wajiblah bagi setiap pemeluk Islam agar mendalami Kitabullah,
dan mempelajari Sunnah-sunnah Rasul-Nya serta istiqamah padanya. Di dalam Al-Qur'an dan
As-Sunnah, tercantum penjelasan tentang perintah-perintah dan larangan yang
dibawa dan dijelaskan oleh Nabi Muhammad Shallallahu 'alihi wa sallam. Dan di
dalamnya terkandung pula penjelasan tentang akhlak mulia yang dipuji dan
disanjung Allah Ta'ala sebagai akhlak mukminin dan mukminat serta memuliakan
sifat-sifat dan amal perbuatan mereka yang baik.